SD Negeri 1 Sumberagung

berfikir cerdas, bekerja keras, berpondasi ikhlas

pendidikan karakter ?

Tinggalkan komentar

indonesia terbentang dari sabang sampai merauke. bentangan itu tidaklah pendek dan tidak pula kecil. suku-suku bangsa menghuni di tiap-tiap bentangan itu. nangroe aceh aceh darussalam terkenal kekhasannya sebagai serambi mekah yang berarti ada karakter muslim di sana yang menonjol. sampai merauke kita mengenal betapa khasanah budaya di sana kalu kita melihat dari sudut pandang kejernihan hati.
kekhasan itu tidak perlu kita jadikan sebagai pemicu masalah yang berlarut. akan tetapi harus kita jadikan sebagai modal awal dalam menggerakkan bangsa ini menujuu baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. cinta tanah air salah satu implementasi dari konsep yang tersebut di atas.
untuk menuju konsep tersebut maka kita butuh suatu sistem pendidikan yang masif artinya mengkolaborasikan nilai-nilai kearifan lokal seiring dengan pesatnya persaingan global. kita butuh pendidikan yang berkarakter, kita juga butuh sistem bagaimana karakter bangsa kita ini bisa dipahami oleh seluruh lapisan rakyat, dari pejabat sampai yang ada dilapisan bawah.
lalu bagaimana sebenarnya pendidikan karakter itu , menurut beberapa pakar pendidikan bahwa yang dimaksud dengan pendidikan karakter adalah suatu kemasan pendidikan dimana didalamnya prosesnya terimplementasikan secara sistematis dalam proses belajar mengajar. kegiatan belajar mengajar pada setiap jenjang pendidikan harus dimasukkan nilai-nilai yang berkarakter, nilai-nilai keindonesiaan, nilai-nilai pancasilais.
harus kita akui bahwa terjadinya beberapa kasus pelajar, mulai dari tawuran, narkoba, hamil sebelum menikah dan lain sebagainya. itu disebabkan maraknya praktik-praktik pragmatisme dalam dunia pendidikan kita. memaknai tugas seoran guru sebagai pentransfer itu merupakan kecelakaan pendidikan. akan tetapi memaknai stugas seorang guru yang lebih penting adalah sebagai seorang pendidik karena dengan makna itu guru memiliki fungsi pembangun karakter.
di sisi yang lain, kita tidak boleh membebankan tugas mendidik ini hanya tugasnya seorang guru, orang tua di rumah juga memiliki peran yang tak kalah penting. kalu kita melihat dari segi alokasi waktu, dari 24 jam sehari semalam, seorang siswa disekolah menempati prosentase 30 % artinya waktu mereka diluar sekolah lebih banyak. maka peran orang tua bagaimana mereka mengontrol 60 % waktu anak-anak mereka ketika mereka tidak di sekolah.
terjadinya beberapa kenakalan pelajar, kuranglah bijak apabila harus menyalahkan pelajar. bahwa pelajar adalah sebagai manusia yang sedang belajar. maka secara psikologis mereka akan mencoba apapun itu semaunya sesuai dengan kehendak hatinya, walaupun di mata pendidikan itu salah. maka adalah tugas yang sangat berat untuk memberikan solusi penanganan kasus ini. ada beberapa cara yang mungkin dapat diterapkan tanpa membuat pelajar mersa tertekan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di sekolah.
1. menciptakan suasana sekolah
bagi sebagain pelajar, sekolah dimaknai sebagai sebuah penjara. dimana mereka merasa terbelenggu dengan sekolah. karena mereka merasa terbelenggu disekolah mereka melampiaskan kreatifitas mereka dengan cara yang lain. ada kalanya mereka tidak masuk sekolah, kemudian bermain. hal ini yang semestinya harus kita pahami bahwa sekolah harus menciptakan sebuah yang ramah dan kekeluargaan. ada sebagaian dari guru kita, cuek terhadap kondisi yang seperti ini dengan prinsip yang penting mata pelajaran saya sudah tersampaikan. akan tetapi perilaku guru yang seperti ternya menjadi bom waktu bagi dunia pendidikan kita. bagaimana sekolah menggerakkan sistem yang kekeluargaan ini yang penting. hubungan guru dengan murid, guru dengan guru, kepala sekolah dengan murid, harus bersifat orang tua dengan anak ataupun kakak dengan adik. ketika hubungan emosional sudah terjalin erat maka akan tercipta suasana yang familier.
2. keteladanan
teladan adalah sebuah sikap yang bisa menjadi panutan. hampir sebagian besaar harus yang terjadi. saya berpendapat kurangnya figur yang bisa mengadopsi dari berbagai karakter pelajar kita. merekea senang tawuran karena figur mereka tokoh yang keras, mereka senang kebut-kebutan (balap liar) karena figur disekolah kurang bisa memfasilitasi, dan berbagai kasus terjadi salah satunya dikarenakan minimya teladan di sekolah. ini adalah pekerjaan rumah seorang pendidik bagaimana mereka mempunyai fans yang bisa membuat muridnya meneladani seorang guru secara masif ?
3. pemahaman peran komunikasi
komunikasi adalah salah satu perekat manusia. dengan adanya komunikasi kita mengenal satu dengan yang lainnya. bisa bersahabat bahwa bisa juga terjasi terjadi pertentangan kalo miskomunikasi. maka yang perlu kita tanamkan dan kita tumbuhkan disetiap pelajar kita adalah bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan baik tanpa harus menyinggung yang diajak komunikasi. pelajar butuh wawasan tentang bagaimana mereka berkomunikasi, penggunaan bahasa juga menjadi faktor yang penting. hari ini kita mengenal dengam adanya bahasa-bahasa yang kasar diklaangan pelajar. maka tugas seorang guru mengajarkan bagaimana pelajar berkomunikasi. selain itu seiring dengan perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan komunikasi yang tiada batas. memanfaatkan kecanggihan komunikasi itu guru juga harus bisa mengikuti perkembangan komunikasi saat ini. intinya komunikasi gur dan murid jangan hanya sebatas di sekolah. akan tetapi harus kita rajut kembali ketika di luar sekolah. bagaimana caranya, guru tidak akan kehabisan cara.

(gambar diambil dari beberapa sumber di internet)

Penulis: SD Negeri 1 Sumberagung

berfikir cerdas, bekerja keras, berpondasi ikhlas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s